Sunday, June 07, 2026

13 juni 2005

13 Juni 2005

Its a bad and embarassing day for me. Tadi aku habis diajak nonton Mr and Mrs Smith oleh Lely, dan dia yang traktir aku, tetapi ketika kita pulang tiba-tiba saja Nat telpon ke hp setelah aku ditelpon mama, dan akhirnya Lely juga tahu bahwa kemarin aku memang keluar dan beli jaket baruku bersama Nat, karena kemarin aku sudah mati-matian berbohong, kalau aku beli jaket itu sendirian dan aku bilang kalau aku lupa untuk mengajak Lely keluar beli jaket. Damn, mengapa tiba-tiba saja dia telpon ke hp dan menanyakan hal itu ke aku, kenapa aku tadi tidak bilang saja sekalian bahwa aku sedang bersama lely, bukannya malah aku itu bilang bahwa aku lagi di warung makan mie!!!

Dan pada akhirnya Lely marah banget dan kecurigaannya semakin menguat, kalau aku memang pergi dengan Nat, dan aku sudah berbohong besar-besaran kepada Lely. Sepertinya sih Lely masih mau memberiku kesempatan sekali lagi, karena ketika aku meminta waktu untuk memikirkan lagi, siapakah yang terbaik untuk aku pilih, dia bilang “terserah”..., dan ketika aku pulang pun dia masih mau mengantar aku di depan, dan dia masih memegang tanganku.

Setelah aku ke rumah Nat untuk ber”negosiasi” lagi apa sebaiknya yang akan kita lakukan selanjutnya. Dan dia meminta untuk menjadi benar-benar teman saja, akupun mengingatkan dia lagi kenapa ketika hari jumat pas aku di kantor papa itu dia, bilang kalau dia ingin status dia menjadi pure friend saja? Dan aku mengingatkan dia kalau pada waktu itu aku benar-benar shock, aku sangat kecewa dan sangat tidak terima dengan keputusannya itu. Tetapi dia mengaku bahwa waktu itu yang dia rasakan adalah perasaannya tumbuh semakin besar, persis seperti apa yang aku rasakan, Dear God, aku tahu bahwa aku sangat menyakiti Lely, pengorbanannya selama hampir 6 tahun ini sia-sia saja, hanya karena seorang Natalia??? Dia benar-benar bisa membuatku sangat terpaku, tertarik dengan semua tingkah polahnya, kernyitan dahinya, semua yang dia lakukan memang untuk saat ini sangat menarik dimataku, tapi disamping itu aku juga merasa aku tidak merasakan apa yang bisa aku rasakan dari Lely. Tadi aku sempat menyinggung masalah film smith itu, aku bilang ke dia kalau tadi aku nyewa vcdnya, yang jelas-jelas bullshit sekali. Memang sangat sulit sekali berbohong... meskipun dia tadi percaya, karena aku merasa aku harus membuat realita baru kedalam pikiranku, yang terasa sangat tidak benar, karena jelas-jelas aku tadi keluar nonton film itu dengan lely, dan memang aku masih sangat senang film itu, yang aku anggap sebagai film yang sexy. 

Dan ternyata ketika aku mau pulang, ketika dia sempat bilang bahwa aku sangat cocok dan patas sekali kalau memakai jaket ini, tiba-tiba tanganya masuk kedalam saku depan, dan seketika jemarinya seperti menemukan secarik kertas, dan walllaaaaa, ternyata secarik kertas itu adalah tiket nontonku tadi bersama Lely!!!! Sungguh sangat memalukan sekali, aku masih bisa merasakan bagaimana dia memuji penampilanku dan, 1 detik kemudian dia pasti merasa sangat marah karena aku telah membohonginya. Jeleknya lagi di akunya nih, aku sempat pura-pura tidak tahu dan aku bilang kalau aku yang ternyata sudah menonton sendirian, dan dua karcis pula!!!! Aku alasan tiba-tiba dia memasukan karcis itu di saku depanku, ohhh God, aku tahu itu adalah alasan yang sangat konyol sekali, tetapi aku tetap mengutarakannya, dan aku merasa waktu itu mukaku sangat tebal, tapi merasa mulai retak akan pecah karena menahan MALU YANG SANGAT BESAR!!!!!!!!

Oh God please...mengapa harus dalam satu hari, kamu membuka semuanya dihadapan mereka berdua???? Dan bisa dikatakan aku telah kehilangan mereka berdua, aku tidak yakin apakah Lely akan menerimaku kembali, meskipun tadi pada waktu pulang aku masih bisa melihat dia mau memberiku kesempatan lagi, but WANITA YANG LAGI MENSTRUASI, mereka selalu bisa berubah arah tanpa pemberitahuan dulu, dan itu pasti akan membuatku terkejut kaget setengah mati. Pokoknya tamatlah aku.

8 juni 2005

Surabaya 8 juni 2005

Setelah kemarin malam dia kemari dan aku memberikan surat yang berisi bagaimana reaksiku terhadap “kebijaksanaan” terbarunya, aku sedikit lega dan bisa sedikit menerima “kebijaksanaannya” dan setelah dia pulang aku masih bisa tersenyum sedikit. Tapi, hari ini aku kembali merasa kelabu....aku masih sangat merindukan dia, aku merindukan kehadirannya yang nyata di mataku. Aku tahu akan bakal sangat sulit untuk menjalin hubungan cinta yang serius, yang sulit dari orang tuanya yang sudah mempunyai penilaian negatif tentang bagaimanakah aku itu sebenarnya. Mereka hanya mengenal diriku sebagai seseorang yang pernah menyakiti hati putri mereka. Dan aku benar-benar terjebak dengan keadaan itu.
Dan dari Natalinya sendiri dia memang butuh waktu untuk sendiri, untuk menenangkan dirinya. Pertapaan yang dia lakukan mau tidak mau membuatku tidak bisa meraih dirinya, untuk bisa setiap hari bertemu dengannya ataupun hanya untuk sekedar menelponnya. Karena jika aku paksakan, aku takut malah membuat dia menjauh dariku... Tentang mengapa dia sepertinya tidak memperjuangkan diriku dihadapan mereka, kalau dia memang sayang denganku. Dan jawabanya cukup membuatku semakin mundur untuk meneruskan usahaku membina hubungan yang tak lazim ini.

Seperti yang pernah dikatakan oleh mamanya, bahwa Natalia sebaiknya kalau mencari pacar untuk saat ini tidak hanya untuk pacaran biasa, tetapi kalau bisa untuk mencari calon suami. Dan dari apa yang dikatakan Nat, bagaimana orang tua dia selalu berpesan (dengan sedikit memerintah sebenarnya ) aku bukan atau belum orang yang tepat untuk menjadi calon dia, yah... alasan utama yang tepat adalah karena aku belum bisa mandiri. Aku masih kuliah, sedangkan Nat sekarang sudah bekerja. Kasarannya mungkin kalau aku kesana, kalaupun aku nekat, minimal aku harus punya rumah sendiri (Lunas, bukan KPR, juga bukan kontrak, bukan nebeng rumah orang juga) kalau mau lebih gila lagi, aku kesana naik E320 Compressor 2005!!!!! Barulah orang tua dia bisa mendorong Nat ke arahku sambil mantuk-mantuk !!! Bayangkan seandainya saja Nat bisa membaca tulisanku ini dia pasti akan sangat marah, kalaupun tidak marah dia mungkin akan menganggap aku tidak bisa berpikir dewasa, tidak bisa berpikiran positif.

Ya Tuhan, aku memang mencintainya sepenuh hati, aku sudah terlanjur terlena pernah merasakan perhatiannya, kasih sayangnya, sentuhannya, ciumannya. Dan itu cukup membuatku tidak bisa melupakan dia untuk waktu yang sangat lama !!!. Ingat si Leny ??? Berapa bulan yang aku butuhkan untuk melepaskan perasaanku dari dia, padahal itu hanya cinta lokasi pada waktu KKN dulu!!!! Dan yang ini, kita tinggal masih bertetangga, jalan kaki selama 5 menit saja sudah sampai, dan telponpun masih bisa aku lakukan. It takes lot of time, and tremendous power just for dump her image from my blood cells!!! God....kenapa aku harus bertemu dengan dia waktu itu, seandainya saja aku tidak menuruti ajakan mas Sony untuk ikut KTI.... mungkin aku tidak akan pernah bertemu dengan wanita........ sehebat dia. Yang akhirnya mengambil semua perhatianku yang semula hanya sebagai permainan untuk menyenangkan mama papa, dan aku seperti kualat karena mempermainkan perasaanku sendiri. 

Dan malam ini aku merasa sangat blue sekali.... aku sangat membutuhkan kehadirannya, aku membutuhkan sentuhannya, aku membutuhkan aromannya, tapi terkadang sangat marah dengannya ketika emosiku sedang sangat tidak stabil. Semoga aku bisa bertahan tanpa dirinya....

07 juni 2005

07 Juni 2005 22:05 PM

Tadi jam setengah delapan Nat baru saja kesini, memenuhi permintaanku untuk datang kesini dan mereview suratku. Memang aku sempat menunggu sedikit lama, sampai aku harus miscall ke HP dia, dan akhirnya dia datang. Untung saja surat itu sudah selesai aku ketik dan aku print semuanya termasuk amplopnya juga aku ketik semua. Dan aku juga membuatkan sebuah copyan CD Audio musik, kali ini bukan MP3, karena akan lebih mudah membuat audio cd ketimbang cd MP3, dari segi kuantitasnya. Sebetulnya aku juga ingin membuat sampul yang bagus buat dia, tetapi berhubung karena belum selesai, dan aku memang masih bingung pake program apa untuk membuatnya, yang baru saja aku ingat untuk memakai Microsoft Publisher baru aku bisa membuat cover, meskipun itu belum selesai.

    Setelah dia membaca suratku, dan dia sempat bingung harus menjawab, atau memberikan reaksi seperti apa yang ingin aku dengar sebetulnya, tetapi dia bisa memberikan jawaban yang sedikit banyak memuaskanku. Yah.. memang Nat itu seorang wanita dari segi kecerdasan mentalnya dia sangat hebat, kecerdasan spiritualnya juga sangat hebat. Berbeda sekali dengan Lely, Lely hanya memiliki kecerdasan umum atau Iqnya dia memang tinggi 120. Tapi untuk kecerdasan mental, bagaimana dia menyikapi suatu masalah, dan bagaimana dia berpikir dan bertindak cepat untuk menghadapi suatu masalah tidak bisa menyamai Nat. 

    Tapi yang paling parah sebetulnya adalah AKU!!!. Sudah IQ ku bisa dikatakan jongkok (itu sih menurut mamaku dulu), kecerdasan mentalku sangat rendah. Terlihat dari aku tidak bisa berpikir positif, atau setidaknya berusaha selalu bisa tersenyum seperti Nat, karena aku memang sangat emosional. Emosional di semua bidang, tidak hanya temperamenku yang emosional, tetapi bagaimana cara aku mengekspresikan rasa sayangku dan rasa sukaku terhadap sesuatu itu sangat jelas, mungkin berlebihan bisa... dan kemudian kecerdasan spiritualku yang sangat rendah. 

Kesadaranku untuk selalu taat beribadah sholat!!!! Mendirikan sholat lima waktu saja masih sangat malas, kalau ada mood saja, baru aku mau sholat, atau kalau ada temannya saja, seperti kok banyak yang sholat ya baru aku ikut sholat. Berbeda sekali dengan Nat, dia sampai diberi pesan oleh Allah tentang masa depanku setelah dia selesai sholat malam. Dua kali dia mengalami hal itu, dan mesti pas setiap kali habis sholat!!!!

Jadi bisa dikatakan memang dia merupakan wanita yang sangat hebat. Aku sampai sekarang belum bisa mencari letak kekurangannya dia, sampai sekarang, aku masih sangat mengagumi dia, meski aku tahu dia itu tipe wanita yang ramah, hangat mudah bergaul, tetapi di satu sisi, dia terlalu mudah untuk dirayu, hanya karena dia terlalu ramah. Yah.. maklum lah ajaran dari marketingnya yang sangat melekat, sehingga selain dia mudah untuk merayu, diapun juga mudah untuk dirayu. 

    Dan setelah perbincangan tadi yang cukup lha bagiku, aku merasa sedikit mendingan, perasaanku tidak lagi terlalu bertanya-tanya dengan bagaimana perasaan dia terhadapku, dan yang paling gawat adalah, aku merasa semakin mencintainya lebih dalam lagi. Inilah kebohongan besarku pertama kalinya aku tutupi dari Lely, dia masih beranggapan bahwa aku tidak lagi mencintai Nat, aku hanya menjalankan permainan ini. 

Padahal,setiap kali aku bertemu dengan Nat, tercium aromah shampo, parfumnya, ataupaun hanya bau tubuhnya sungguh sangat membuatku... tidak bisa fokus dengan apa yang akan aku lakukan. Padahal, aku akui, Lely justru jauh lebih sexy dari Nat, secara fisik Lely is the best, dia tinggi, dada bagus, pantat ada, langsing (montoknya pas dengan seleraku). 

Sedangkan Nat, dia lebih pendek dari Lely, jika dibandingkan dengan Lely, dadanya juga tidak terlalu bagus setelah aku lihat secara keseluruhan (aku memang beruntung sekali!!!!), tapi hanya kulitnya yang putihnya seperti salju, atau lebih tepatnya seperti susu, dan memang mukanya sangat manis sekali, aku sangat suka bentuk mata dan bulu matanya ketika dia memandang kebawah... uh seperti boneka yang menggairahkan!!!! OOOhhhhhh.... tidak terasa aku mulai merasa sedikit tegang di bawah sana.....

Aku benar-benar dibuatnya jatuh cinta sekali sepertinya. Tapi minimal aku harus punya rumah sendiri dulu baru orang tuanya mau memberikan Nat kepadaku. Itulah yang tersulit.........,

Friday, June 05, 2026

About Lely

About Lely

Lely, adalah seorang wanita yang sempurna bagiku. Hari-hariku bersamanya bagaikan memandang sepasang beruang sedang bergurau dengan pasangannya di padang rumput hijau. Lucu, kenapa kok aku memilih beruang ? Aku sendiri tidak mengerti, padahal aku tahu bahwa bersama dengannya setiap hari adalah sesuatu yang indah bagiku, terutama bagi semua pria dengan pasangan mereka tentunya.

Mengapa aku senang bersamanya.... sangat sulit sekali menjelaskanya tetapi apa yang aku rasakan sepertinya aku bisa melarikan diri sejenak terhadap orang tuaku.
Lely bisa membuatku merasa nyaman dengannya, meskipun dia tidak mempunyai rumah besar peniggalan kakek nenek dari jaman Belanda seperti rumahku, aku merasa sangat nyaman berada disana. Ketika aku berada disana dan dia sedang pergi ke suatu tempat, suasananya bisa sangat berbeda sekali. Tentu saja aku bisa mengobrol dengan ibunya, atau dengan orang-orang sekitar yang sudah sangat mengenalku selama lebih dari 3 tahun ini. Tetapi tanpanya aku benar-benar tidak nyaman, terutama bila aku harus menunggunya agak lama, terkadang aku bisa sangat emosi. 

Keegoisanku selalu muncul bila aku harus menuggu dia dengan waktu lama.
Aku tahu bahwa perasaanku itu tidak seharusnya aku ungkapkan kepadanya ketika Lely telah datang, aku tidak berhak memarahinya, aku tahu aku salah bila aku memarahinya. Tetapi sering Lely masih dengan sabar mau mendengar kemarahanku, menerima kemarahanku, kekesalanku ketika aku harus menuggunya. Dan sering malah dia minta maaf apabila dia datang pulang terlambat. Aku heran setelah ada kejadian pertengkaran kita yang ujung-ujungnya Lely ingin putus dariku, dia sekarang sangat lebih mencintaiku. Dia rela meninggalkan kuliah, mengajar, hanya karena aku akan datang kerumahnya. Aku merasa sangat nyaman bersamanya. Ketika aku habis kuliah dan aku ingin bertemu dengannya, padahal dia sudah bilang bahwa aku tidak perlu datang kerumah-nya hari itu, dan aku mengontak hpnya dan dia memperbolehkan aku datang. Padahal saat itu dia akan berangkat mengajar. Dia mau menerimaku, padahal dia akan berangkat kerja. Dan ketika aku datang dengan tubuh terasa capek, penat, aku merasa sangat lemas, dan Lely langsung menanganiku dengan baik, layaknya dia itu seperti benar-benar sudah menjadi istriku dan aku suaminya. 

Oleh karena itu aku benar-benar sangat mencintainya. Terlalu mencintai mungkin... Dan kelihatannya cintaku kepadanya lebih mengarah kepada cinta yang posesif. Aku tahu itu salah, karena jika manusia mencintai sesuatu dengan berlebihan meskipun itu manusia, maka Allah akan menjauhkan dia dengan hal yang yang sangat dia cintai itu. Atau mungkin mengambil kembali, karena semua itu asal-nya dari Allah. Kesannya Allah seperti cemburu, tetapi itulah kenyataanya kita sebagai hamba Allah, tidak diperbolehkan terlalu mencintai sesuatu. Dan hal yang paling aku takutkan adalah aku takut kehilangan dia, baik aku diputus oleh Lely, atau Allah memanggilnya. Untuk yang terakhir ini aku sering melihat di film-film drama, bagaimana seorang lelaki kehilangan pasangan yang sangat dicintainya. Dan disana digambarkan bagaimana menderitanya lelaki itu menjalani kehidupan sehari-harinya tanpa wanita yang dicintainya.

31 mei 2003

tidak ada yang bisa mengerti aku, disini aku merasa harus berjuang sendiri, untuk mendapatkan cintaku cinta sejatiku, Lely ku, aku merasa aku harus memusnahkan mereka semua yang berdiri dihadapanku dan yang menentangku. Aku sudah tidak tahan lagi, semalam ketika aku pulang, setelah aku menghabiskan waktu yang menyenangkan dengan Lely, mereka berdua menjadi sangat memuakan, menyebalkan, terutama papa. Aku maklum dengan mama, aku memang salah tidak memberitahu mereka dahulu akan rencanaku pergi dengannya. Tapi papaku, aku sangat tidak suka dengan sindirannya, dan aku merasa tadi malam jika aku masih mendengar papa dengan sindiran brengseknya tersebut atau malah menggelar sidang dengan mama, aku merasa bisa menghabisi papa saat itu juga, tepat dimana dia berdiri, tanpa dia sadari!

    Allah aku merasa sangat lelah dengan semua ini, Engkau tahu bahwa aku sangat mencintai Lely, Engkau juga tahu bagaimana baiknya Lely, bagaimana cocoknya Lely denganku. Hanya karena aku memberitahu pembantu keparat itu kalau aku ke Pradah bersama Lely, orang-orang Pradah langsung gempar. Padahal sebelumnya Bu Rum malah sering menyuruh aku untuk bilang saja kepada mama, bila mama menanyaiku. Dan sekarang apa bedanya dengan aku bilang ke babu gila itu ? Apa bedanya ? Apa keluarga Pradah sangat pengecut sekali? Hanya karena aku sudah cerita ke Mak Ti, dan mereka jadi gempar? Mana semangatnya bu Rum yang waktu itu malah menyuruhku untuk bilang saja ke mama kalo waktu itu aku memang pergi bersama Lely ke Pradah Permai ? Mana mereka semua berubah mejadi pengecut. 

    Apakah itu typicalnya keluarga Singgih? Seperti kasus-nya Mas Roy ketika sekolahnya gagal, mas Roy yang disalahkan mengapa di memilih jurusan tehnik kalo memang itu sulit padahal menurut Roy papa lah yang waktu itu memaksakan Mas ku untuk masuk tehnik, dia sebelumnya menginginkan masuk jurusan fakultas Ekonomi, mama malah menyarankan masuk Elektro. Padahal mas Roy tidak suka elektro, karena dia tahu dia tidak mampu dengan elektro. Dan papa pengecutnya menyalahkan mas Roy kenapa memilih masuk jurusan tehnik.

    Ya Allah tolonglah hambamu ini yang sangat caapek menghadapi mereka, bantulah aku, buatlah mereka mengerti dengan pilihanku ini aku merasa sangat lelah. Tolong beritahu aku kemana aku harus melangkah lagi kemana aku harus mencari dukungan lagi, apakah tidak ada lagi orang yang berani membelaku didepan para MONSTER ini ? Aku hanya berusaha mendapatkan cintaku, cinta sejatiku, aku tidak ingin merampok harta mereka, aku hanya ingin Lely di terima diantara mereka para MONSTER sebagai individu yang bisa menetralisir terhadap pengaruh mereka. Aku barusan sadar, bahwa kenapa aku merasa sangat malas dengan kuliahku kenapa kuliah yang sangat gampang ini menjadi sangat sulit bagiku akhir-akhir ini? Aku hanya berpikir, seandainya mereka menyetujui hubunganku dengan Lely, aku bakal merasa sangat ringan, aku yakin bisa menyelesaikan kuliahku dengan baik, dan cepat, aku merasa bahwa beban terberat selama lebih dari 3 tahun ini bakal sirna, aku akan mendapat semangat baru, karena aku yakin masalah utama telah terselesaikan, tinggal kuliahku saja, dan aku pasti bisa berkonsentrasi dengan baik, aku bisa terfokus kepada kuliah karena aku sudah tidak perlu lagi memikirkan kenapa mereka tidak mau menyetujui hubunganku dengan Lelyku yang manis...

    Dia adalah malaikatku, ke beteanku selama dirumah akan sirna setiap kali aku bisa bertemu dengannya. Dia adalah obat paling manjur untuk stress di rumah. Dia adalah cintaku yang selama ini mama papa tidak pernah memberiku cinta. Mereka hanya memberi materi, hujatan, umpatan, hinaan, cemoohan, bentakan, caci makian. Mereka tidak pernah menghargai setiap tindakan, atau hal baik yang pernah kulakukan. Aku tahu mereka tidak pernah bisa se eskpresif aku dengan Lely bila kita saling menyatakan bahwa kita menyukai satu sama lain. Tapi setidaknya, tumbuhkanlah kepercayaanku bila mereka memang sayang kepadaku tidak dengan materi saja. 

    Seperti buku harian saja, mama malah sering mengolok-olokku bila dia menemukan buku harianku, dan apabila didalamnya terdapat tulisan-tulisan yang mungkin mama tidak menyukainya. Mama menganggap bahwa buku harian itu terlalu melankolis, lemah, terlalu mendramatisir. Hanya diperuntukan bagi orang pengecut, yang tidak berani secara jantan menyelesaikan masalah mereka masing-masing sehingga harus di tulis di buku harian. Padahal buku harian bagiku sangat penting untuk orang-orang sepertiku dimana lingkungan sekitar tidak bisa menjadi teman berbicara yang baik, yang mau mendengarkan memberi saran yang baik. 

    Mereka bisanya cuman menghujat. Bila mereka di curhati suatu saat bahan curhatan itu di gunakan untuk menyerangku balik, untuk mengolok-olok. Aku tidak mengerti, mengapa mereka cenderung suka menghina orang lain, melecehkan harga diri orang lain. Ketika aku kecil aku merasa sangat tidak berdaya, aku hanya menganggap bahwa aku salah dan mereka yang selalu benar. Aku hanya bisa pasrah dengan keadaan, dan akhirnya terbentuk suatu sugesti permanen bahwa aku memang pengacau bodoh, tidak akan bisa berhasil menjadi orang, bakal jadi pengemis, sampah masyarakat. Sampai suatu ketika, aku bertemu dengan guru hebat. Beliau bukan guru filsafat, atau guru agama beliau hanya guru musik hebat yang bisa menumbuhkan semangatku kembali. Cara beliau menyatakan bahwa aku bisa, aku mampu dan aku pintar, tidak bodoh seperti apa para MONSTER katakan, sehingga aku Bisa bangkit kembali.

    Hari ini sebelum aku berangkat ke Lely lagi, papa menghentikanku sementara. Hmmm...lagi-lagi papa minta pengakuan bahwa dia adalah kepala rumah tangga di rumah ini, dia adalah kapten dari kapal bobrok ini, dia merasa aku tidak menganggap dia sebagai kepala rumah tangga di rumah ini. Memang, ayah macam apa sih dia. Lagi pula, lucu sekali, papa bagaikan kacang lupa kulitnya. Apa dia dulu tidak ingat, asalnya, di mana rumahnya, daerah Perak, daerah kampung, dan tentunya papa adalah anak kampung khan? Hanya karena dia mendapatkan mama yang aku pasti tahu, mama dulu pasti adalah anak manja, cewek sendiri. Aku nggak pernah percaya bahwa mama dulu pernah sengsara seperti aku saat ini, apalagi dia cewek sendiri, pasti banyak yang mengalah lah. Hanya karena dia mendapatkan mama, terus sekarang dia memperlakukan seenaknya seperti itu kepadaku. 

    Aku tahu bagaimana hebatnya papa berjuang demi meraih gelar sarjananya. Terus dia bilang bahwa ibu kandungku pernah ditantang oleh papa kalau dia mempunyai solusi yang lebih baik tentang aku, silahkan. Tetapi ibu tidak mempunyai jawabanya. Terus papa menganggap ibu telah lari karena tidak bisa bertanggung jawab. Jelas ibu tidak bisa bertanggung jawab lagi terhadapku. Aku memang sudah bukan milik dia lagi. Aku marah sekali dengan papa. Laki-laki macam apa sih dia itu, harusnya dia ingat dengan asal-usulnya, jangan karena dia telah mendapatkan wanita keturunan ningrat tapi manja seperti mama, terus dia merasa telah naik peringkatnya. Orang kampung seperti papa itu tidak akan pernah bisa berubah derajatnya. Hanya karena istrinya orang ningrat manja. 

    Ya Allah maafkan aku bila aku mejadi anak durhaka. Aku akui, bahwa aku tidak pernah merasakan sayang cinta dari mereka. Semua yang aku rasakan dari mereka hanya makian penderitaan, hujatan, mereka tidak pernah bisa menghargai orang lain, meskipun itu anak mereka sendiri. Ah.. aku lupa aku bukan anak mereka, mereka tidak pernah ikut nimbrung dalam proses keberadaanku. Mama tidak pernah merasakan bagaimana sakitnya melahirkan aku. Dia bukanlah ibuku yang ikut melahirkan diriku di dunia ini. Akhir-akhir ini aku merasa muak sekali dengan mereka.

    Yah... mereka mulai menjodoh-jodohkan aku dengan orang lain yang jauh lebih jelek dari Lely. Sangat jauh, dan yang paling memuakan adalah ketika teman-teman mereka terkejut dengan wujudku yang mencengangkan. Mereka heran, kenapa aku bisa mempunyai tubuh sebesar ini, dengan muka yang bisa dikatakan membuat semua mata memandangku. Lucu. Yah... lucu sekali, seperti seseorang meminjam mobil mewah temanya dan dipamerkan kepada pacarnya dan mengklaim bahwa mobil itu adalah miliknya !!!! Imagine That !!! Aku benar-benar muak dengan semua itu, ingin muntah rasanya ketika aku harus pura-pura tersenyum bangga ketika para orang-orang tua itu memuji penampilanku. Mereka sungguh pintar bila mejadi pembohong besar. Aku bukanlah milik mereka yang patut mereka banggakan, aku bukan milik mereka. Hanya karena usaha mereka membesarkanku ketika aku masih kecil, yang katanya aku anak urip-uripan yang sakit-sakitan, dan bagaimana usaha mereka merawatku. Aku tidak akan pernah berterima kasih kepada mereka tentang hal ini. Nah... betulkan aku sudah menjadi anak durhaka. 

    Tommy yang sekarang ini sudah berubah. Aku tidak perlu berterima kasih kepada mereka karena sudah membesarkanku, aku tidak sudi. Bunuh saja aku, aku lebih senang apabila dulu aku tidak diambil mereka. Bah.. mati pun aku lebih senang, daripada aku tetap hidup, beranjak dewasa dan merasa sangat sengsara. Aku lebih memilih mati dari pada hidup, bila aku bisa mengulang waktu. Aku sangat membenci mereka. Aku sangat membenci mereka, orang-orang munafik. Mama papa memang orang munafik kelas kakap, lebih hebat dari Soeharto!!!!

    Aku tahu bahwa mas Roy mempunyai permasalahan yang lebih berat dariku. Aku terima bila ada yang mengataiku bahwa aku orang yang tidak pernah bersyukur, tidak tahu terima kasih, atau aku harus melihat kebawah, dimana terdapat orang-orang yang lebih susah dari pada aku. Tapi aku merasa sangat menderita. Aku menderita karena Tommy sudah menemukan cinta sejatinya. Para orang tua kolot dan egois ini tidak mengerti tentang hal itu, padahal mereka juga pernah mengalami masa muda. Seandainya mereka mau mengerti bagaimana aku mencintai Lely begitu juga dengan Lely sangat mencintaiku, dan mau menyetujui hubungan kita, aku yakin kuliahku akan selesai dengan cepat. Atau setidaknya aku bisa lebih tenang, dan bisa menjadi semangat pendorong yang kuat agar aku bisa lebih fokus kepada kuliah.