Setelah kemarin malam dia kemari dan aku memberikan surat yang berisi bagaimana reaksiku terhadap “kebijaksanaan” terbarunya, aku sedikit lega dan bisa sedikit menerima “kebijaksanaannya” dan setelah dia pulang aku masih bisa tersenyum sedikit. Tapi, hari ini aku kembali merasa kelabu....aku masih sangat merindukan dia, aku merindukan kehadirannya yang nyata di mataku. Aku tahu akan bakal sangat sulit untuk menjalin hubungan cinta yang serius, yang sulit dari orang tuanya yang sudah mempunyai penilaian negatif tentang bagaimanakah aku itu sebenarnya. Mereka hanya mengenal diriku sebagai seseorang yang pernah menyakiti hati putri mereka. Dan aku benar-benar terjebak dengan keadaan itu.
Dan dari Natalinya sendiri dia memang butuh waktu untuk sendiri, untuk menenangkan dirinya. Pertapaan yang dia lakukan mau tidak mau membuatku tidak bisa meraih dirinya, untuk bisa setiap hari bertemu dengannya ataupun hanya untuk sekedar menelponnya. Karena jika aku paksakan, aku takut malah membuat dia menjauh dariku... Tentang mengapa dia sepertinya tidak memperjuangkan diriku dihadapan mereka, kalau dia memang sayang denganku. Dan jawabanya cukup membuatku semakin mundur untuk meneruskan usahaku membina hubungan yang tak lazim ini.
Seperti yang pernah dikatakan oleh mamanya, bahwa Natalia sebaiknya kalau mencari pacar untuk saat ini tidak hanya untuk pacaran biasa, tetapi kalau bisa untuk mencari calon suami. Dan dari apa yang dikatakan Nat, bagaimana orang tua dia selalu berpesan (dengan sedikit memerintah sebenarnya ) aku bukan atau belum orang yang tepat untuk menjadi calon dia, yah... alasan utama yang tepat adalah karena aku belum bisa mandiri. Aku masih kuliah, sedangkan Nat sekarang sudah bekerja. Kasarannya mungkin kalau aku kesana, kalaupun aku nekat, minimal aku harus punya rumah sendiri (Lunas, bukan KPR, juga bukan kontrak, bukan nebeng rumah orang juga) kalau mau lebih gila lagi, aku kesana naik E320 Compressor 2005!!!!! Barulah orang tua dia bisa mendorong Nat ke arahku sambil mantuk-mantuk !!! Bayangkan seandainya saja Nat bisa membaca tulisanku ini dia pasti akan sangat marah, kalaupun tidak marah dia mungkin akan menganggap aku tidak bisa berpikir dewasa, tidak bisa berpikiran positif.
Ya Tuhan, aku memang mencintainya sepenuh hati, aku sudah terlanjur terlena pernah merasakan perhatiannya, kasih sayangnya, sentuhannya, ciumannya. Dan itu cukup membuatku tidak bisa melupakan dia untuk waktu yang sangat lama !!!. Ingat si Leny ??? Berapa bulan yang aku butuhkan untuk melepaskan perasaanku dari dia, padahal itu hanya cinta lokasi pada waktu KKN dulu!!!! Dan yang ini, kita tinggal masih bertetangga, jalan kaki selama 5 menit saja sudah sampai, dan telponpun masih bisa aku lakukan. It takes lot of time, and tremendous power just for dump her image from my blood cells!!! God....kenapa aku harus bertemu dengan dia waktu itu, seandainya saja aku tidak menuruti ajakan mas Sony untuk ikut KTI.... mungkin aku tidak akan pernah bertemu dengan wanita........ sehebat dia. Yang akhirnya mengambil semua perhatianku yang semula hanya sebagai permainan untuk menyenangkan mama papa, dan aku seperti kualat karena mempermainkan perasaanku sendiri.
Dan malam ini aku merasa sangat blue sekali.... aku sangat membutuhkan kehadirannya, aku membutuhkan sentuhannya, aku membutuhkan aromannya, tapi terkadang sangat marah dengannya ketika emosiku sedang sangat tidak stabil. Semoga aku bisa bertahan tanpa dirinya....
No comments:
Post a Comment